Archive for October, 2006

Enaknya punya mata, kuping, tangan, dan mulut

Sunday, October 8th, 2006

Hegh!

Kalo kita punya masalah sama siapa aja, ato kita lagi bete sama siapa aja, atao kalo kita kesel sama siapa aja, sadar gak sih kalo kita harus terima kasih sama kuping, mata, tangan, n mulut?

Kalo ada sesuatu hal terjadi di hidup kita, kita bisa NGERASA kalo ada yang aneh…

Semua orang tau itu, tapi…..

Tau gak sih, kalo lo itu mesti terimakasih sama tubuh lo! karena, lo bisa curhat tentang apapun yang lo rasain ato lo bisa membela diri lo saat dipojokin pake mulut lo, lo bisa nulis diary ato blog pake tangan lo, lo bisa ngasih pandangan jijik ato ngeliat orang yang memandang lo nyinyir pake mata lo, n lo bisa denger gosip ga enak tentang lo pake kuping! Coba kalo lo gak punya itu semua, lo pasti bingung gimana cara ngungkapin suka, benci, kecewa, sedih, dll

Tapi sadar juga gak sih lo kalo semua yang lo punya itu cuma bisa ngasih tau lo apapun yang orang lain bikin ke lo. Satu lagi, semua yang lo punya juga cuma bisa ngasih pandangan lo tentang semua hal yang lo rasain! Terbukti kalo tubuh kita lebih banyak (umumnya) berbuat dosa daripada berbuat kebaikan. Nah, dengan gw nulis kaya gitu bukan berarti kalo semua yang dilakuin tubuh kita itu dosa, tapi berpotensi jadi dosa.

CONTOH KASUS!

Suatu hari ad segerombol anak yang berteman erat, mereka senang berkumpul bersama, tertawa, bercanda, berbagi suka dan duka (nurut gw  segerombol anak itu fiktif, karena sedeket-deketnya temen, pasti ada hal jelek yang diomongin tentang temen, red). Lalu, seiring waktu berjalan, beberapa anak dalam gerombolan itu melihat ada yang aneh tentang salah seorang temannya.

Mulanya mereka mencoba melupakan keanehan itu (gak usah dijabarin deh, pokoknya aneh!, red) Tapi lama kelamaan, kenapa DIA makin menjadi-jadi? sebagai seorang TEMAN (yang menurut ilmu sosiologi, bisa juga menjadi social control, yang dengan gobloknya gw artiin sebagai : kontrol sebelum seseORANG bersosialisasi lebih jauh beserta keburukkan yang dimilikinya sampai2 makin banyak orang yang melihat ORANG itu dengan anggapan "Ni orang kenapa sih?" atau lebih parah "Kok ada ya orang kaya gini?" dan yang terparah "Jijik banget sih nih orang! Mending gw manfaatin kebaikannya n kata2in kejelekannya!" ;p, red) segerombolan anak itu agak menjaga jarak. Begini kronologisnya :

DIA mulai agak aneh (TEMANnya menghormati n menjaga perasaannya)

DIA agak aneh (Mulai ada TEMANnya yang merasa canggung dengan sikapNYA)

TEMANnya mulai jaga jarak ato ngeceng-in (DIA masih saja aneh)

TEMANnya lagi hangat2nya nyuekin n ngecengin dia (DIA sedikit lebih aneh lagi)

TEMANnya mencoba komunikasi, tapi gagal (DIA mulai merasa ada yang lain)

TEMANnya sudah hopeless n gatau mesti gimana (DIA merasa TEMANnya sangat jahat padanya n DIA berasa innocent)

TEMANnya mencoba meberitahu keanehannya dengan cara radikal (DIA makin menjadi-jadi)

Akhirnya hubungan antara TEMANnya dan DIA menjadi tidak harmonis, penuh kepalsuan, dan gosip!

************************************************************************************************

Nah, dari contoh kasus diatas, hal yang direspon oleh tubuh serta panca indra kita antara lain:

  1. "Duh, jabarin dong anehnya dimana!"
  2. "Buset, si DIA itu bebal banget c!"
  3. "Ya ampun, temen2nya lucu amat!"
  4. "Ya elah, kenapa gak di komunikasiin aja secara baik2 c? Mmmm… Eh kayanya udah dicoba, tapi gagal yah! Wah si DIA itu kok rada gimana gitu ya…."

yah, cukup d segitu aja! Nanti kesimpulannya gak ditulis2…

Coba lo semua pikirin, gimana sih perasaannya si DIA yang sebenernya! GW rasa si DIA tau, tapi ia nyoba untuk menyembunyikannya. Tapi belom tentu yang DIA tau itu adalah hal yang dimasalahin sama TEMANnya khan!

Terus,,,, Saat DIA dicuekin, tau gak sih ga enaknya dicuekin? nah, repotnya lagi latar belakang gerombolan ini adalah teman baik yang sangat erat dan harmonis (baca: fiktif, red). Pasti DIA merasa dikucilkan banget sama oran2 yang pernah deket sama dia. DIA pasti berasa hancur n DIA pasti ngeliat kalo TEMANnya itu sudah menertawakan DIA di atas penderitaannya, dan TEMANnya itu sangat busuk alias bukan tipe teman sejati yang tak akan menyakiti DIA atau bahkan TEMANnya itu layak dikatakan sampah karena sangat munafik dan egois, karena mereka merasa DIA aneh tanpa melihat kalau mereka lebih aneh atau kejam.

Semua pendapat DIA sangat beralasan, karena si DIA mendambakan pertemanan yang murni (uek! Zaman gini pasti salah satu pihak akan menyakiti dan yang lainnya disaikiti!, red) tapi TEMANnya malah menelantarkan DIA, menyingkirkan DIA, membuang DIA, dan bahkan ngegosipin DIA lebih dari yang semestinya! sungguh malang nasib DIA yang mengharapkan pertemanan dari orang2 kayak gitu.

Sekarang gimana? Apa pandangan lo udah berubah? Apa sekarang lo mulai berpikir :

  • "Wah, penilaian gw tentang DIA salah!"
  • "Gila, DIA itu berhati mulia banget yah!"

atau

  • "Dasar! temen yang busuk! Jangan sampe gw punya temen kayak mereka!"

atau bahkan

  • "Orang2 kayak gitu mati aja!"

Itu semua terserah anda, tapi gw bakal ngajak kalian menyimak lagi motif yang dimiliki si TEMAN, ingat! motif! bukan alasan atau usaha menampik komentar pedas tentang TEMAN.

TEMAN2 itu ingin menyadarkan DIA bahwa kalo orang hidup, kita gak bisa mikirin jidat sendiri. Walaupun kita gak bisa tau apa maunya orang lain kalo tuh orang gak ngomong, tapi kita bisa ngeliat alasan kenapa orang lain atau TEMAN lari menjauh. TEMAN2 juga memiliki titik jenuh untuk menahan dirinya, kalau dari SD kita tau apa itu tenggang rasa, perlu lo sekali-kali kita memposisikan diri sebagai orang lain dan kita menerima perlakuan yang kita lakuin ke orang lain. dengan kita sebagai orang lain, bukan diri kita yang bisa menerima kita apa adanya.

Tau gak kalau niat TEMAN itu untuk memberi pelajaran tentang hidup! Hidup ini keras dan semuanya gak mungkin berjalan kayak mobil2an yang bisa lo bawa sesuka hati lo! TEMAN  gak ingin ada orang lain lagi yang ngeliat lo jelek sejelek ini. cukup TEMAN DIA aja! TEMAN juga pernah merasa kasihan n capek sampai branggapan "sudahlah, kayanya DIA cukup dewasa untuk merubah dirinya." TEMAN juga punya hati, disaat mereka tergugah, DIA sudah keburu menutup hatinya tanpa merubah hal yang diharapkan diubah!

NAh, menghadapi motif yang dimiliki TEMAN, ternyata si DIA lebih banyak mengharu biru dalam kebingungan, kesedihan dan ketidaktahuan. Ia merasa kalau dirinya ditinggal karena performanya, tapi tahukah DIA kalau ketinggalannya itu karena pribadinya. Di saat TEMAN berharap dia merasa terluka dan berubah (hal ini harus terjadi karena secara halus diberitahu, DIA mengganggap TEMANnya bercanda) tapi DIA malah menjadi-jadi. Terlebih, DIA menceritakan pandangannya kepada orang lain tentang TEMANnya tanpa mengerti betul apa yang terjadi. Tapi, TEMANnya hanya bisa mencaci tanpa tahu harus bagaimana.

Harus diakui, kalau kita memaksa seseorang untuk berubah seseai keinginan dunia ini, ia tidak akan punya wujud! karena dunia ini punya seleranya masing2 yang kadang tidak bisa ditawar atau diolak. Tapi ada hal-hal yang memang harus dirubah karena hal itu TIDAK WAJAR! Contohnya adalah disaat kita merasa kita berusia 21 tapi pada saat yang sama banyak orang melihat kalau kita masih 13 tahun. Maka yang terbentuk adalah karakter yang berlagak dewasa tapi sebetulnya sangat cetek dan gak ada apa2nya. Percaya nggak percaya TEMANnya si DIA sudah berpikir sejauh ini!

CAPEK

Yang capek bukan hanya si DIA atau si TEMAN, tapi juga saya yang nulis!

Emangnya enak duduk di depan komputer, nyamuk ngerubungin, dan mata capek ngeliat kursor yang kalo diibaratin setiap ngetik satu karakter sama dengan melangkah satu langkah, sekarang si kursor sudah bisa didaftarkan di Guiness book of world record untuk manusia yang melakukan langkah terbanyak dalam dua jam saja.

KESIMPULAN

Sangat enak punya kuping, mata, tangan, mulut, dan telinga karena semua itu ngasih tau yang orang lain pikir tentang kita dan sangat GAK ENAK punya OTAK dan HATI yang sewaktu2 bisa ngasih tau kalo selama ini kita SALAH menilai dan dalam sekejap kita merasa sangat HINA.

Inti dari ribuan karakter dan kata diatas adalah :

Inget2 sama OTAK n HATI n NURANI sebelum lo ngomentarin, ngatain, atau ngegosipin seseorang, apakah yang lo omongin itu PANTES n gak bakal bikin lo NYESEL setelah lo tahu apa yang sebenernya terjadi!

!*HATIHATI*!